Minggu, 19 April 2009

PENGERTIAN TV DIGITAL DAN DAMPAKNYA

TV Digital
Perkembangan zaman dan kemajuan teknologi yang cukup pesat membuat komunikasi menjadi lebih bermakna, dengan adanya Tv masyarakat dapat belajar banyak mengenai hal-hal yang sekiranya masyarakat tidak tahu menjadi tahu. Televisi adalah sebuah alat yang penangkap siaran bergambar. Maksud dari Tv digital di sini bukan berarti pesawat Tv yang digital, melainkan lebih kepada sinyal yang dikirimkan adalah sinyal digital atau mungkin yang lebih tepat adalah siaran digital. Teknologi digital efisien dalam pemanfaatan spectrum. Sementara perangkat pada studio pada umumnya sudah cukup lama berteknologi digital. Jadi, yang berubah di sisi operator hanyalah unit pemancarnya. Meskipun demikian, pengaruhnya sangat besar karena sinyal yang dipancarkan berbeda bentuk. Jadi, untuk bisa menerima siaran Tv digital, semua pelanggan harus memiliki unit penerima yang cocok.Dari sisi teknologi tidak ada persoalan karena Tv digital hanyalah produk kemajuan iptek yang bergulir secara alamiah. Sementara implementasi teknologi baru pasti akan selalu membawa dampak perubahan sosial-ekonomi sebagai akibat dari perubahan gaya hidup dan munculnya persoalan sosial-ekonomi yang baru. didalam sistem Tv digital yang digunakan yatu sistem satu kanal fekwensi bisa digunakan lebih dari satu siaran bahkan hingga sepuluh siaran. Tv dital juga mempunyai kelebiha yaitu diantaranya sperti: Tv digital bisa untuk internetan melalui Tv digital. Pada era digital, di mana kapasitas kanal digambarkan dalam satuan bit per second (bps), menarik untuk disimak kaitannya dengan band frekuensi dalam satuan Hertz (Hz). Relasi yang umum di antara keduanya adalah bahwa BW(Hz) = 2BW(bps). Kanal untuk Tv analog saat ini adalah 6 MHz per stasiun pemancar. Berarti secara teoretis bisa tersedia kanal digital dengan kapasitas 12 Mbps. Bila standar AV digital yang akan digunakan nanti adalah MPEG4 yang satu streaming video memiliki bit rate 1,8 Mbps, satu kanal Tv analog bisa membawa 6 kanal digital. Artinya, bila izin operator adalah izin alokasi kanal seperti analog sekarang, satu operator bisa siaran 6 program secara bersamaan pada satuf rekuensi carrier.Digital merupakan penggambaran dari suatu keadaan bilangan yang terdiri dari angka 0 dan 1 atau off dan on (bilangan biner). Semua sistem komputer menggunakan sistem digital sebagai basis datanya. Dapat disebut juga dengan istilah Bit (Binary Digit). Peralatan canggih, seperti komputer, pada prosesornya memiliki serangkaian perhitungan biner yang rumit. Dalam gambaran yang mudah saja, proses biner seperti saklar lampu, yang memiliki 2 keadaan, yaitu Off (0) dan On (1). Misalnya ada 20 lampu dan saklar, jika saklar itu dinyalakan dalam posisi A, misalnya, maka ia akan membentuk gambar bunga, dan jika dinyalakan dalam posisi B, ia akan membentuk gambar hati. Begitulah kira-kira biner digital tersebut. Televisi resolusi tinggi atau high-definition television (HDTV) adalah standar televisi digital internasional yang disiarkan dalam format 16:9 (Tv biasa 4:3) dan surround-sound 5.1 Dolby Digital. Ia memiliki resolusi yang jauh lebih tinggi dari standar lama. Penonton melihat gambar berkontur jelas, dengan warna-warna matang, dan depth-of-field yang lebih luas daripada biasanya. HDTV memiliki jumlah pixel hingga 5 kali standar analog PAL yang digunakan di Indonesia. Tv Digital di sini bukan berarti pesawat Tv-nya yang Digital, melainkan lebih kepada sinyal yang dikirimkan adalah signal digital atau mungkin yang lebih tepat adalah siaran digital (Digital Broadcasting). Kelebihan signal digital dibanding analog adalah ketahanannya terhadap noise dan kemudahannya untuk diperbaiki (recovery) di penerima dengan kode koreksi error (error correction code). Keuntungannya menghasilkan kualitas gambar dan warna yang sangat jauh lebih bagus daripada Tv analog. Di seluruh dunia ada 3 standar Tv Digital yaitu DTV (Digital Television, standar di USA), DVB-T (Digital Video Broadcasting Terrestrial, standar di Eropa) dan ISDB-T (Integrated Services Digital Broadcasting Terrestrial, standar di Jepang). Semua standar di atas berbasiskan OFDM dengan error correcting code reed Solomon dan/atau convolutional coding dan audio codingnya adalah MPEG-2 Audio AAC untuk ISDB-T dan DTV dan MPEG-1 layer2 untuk DVB-T. Pada Tv digital Gambar yang dihasilkan lebih baik ketimbang gambar yang ditampilkan pemutar kaset video VHS, tapi akan dua kali lebih baik lagi jika informasi itu tidak dikonversikan ke analog, tetap digital, selain itu sistem Tv digital juga memungkinkan pengiriman gambar beresolusi tinggi dengan format high-definition television (HDTV). Adapun perbedaan antara televisi digital dan analong yaitu Tv analog yang berstandar NTSC memiliki 525 garis pundai, yang umumnya terlihat hanya 480 garis pindai. Televisi biasa memiliki resolusi gambar efektif 210 ribu pixel, sedangkan pada televisi digital, resolusi tertingginya mencapai 2 juta pixel. Ini artinya, gambar pada HDTV memiliki 10 kali lebih detail ketimbang Tv biasa (analog). Seiring majunya perkembangan dunia elektronik maka banyak pihak-pihak yang ingin mengembangkan televise digital, seperti Pada 2004, badan standar Eropa (ETSI) merilis standar baru sebagai pengembangan DVB-T, yaitu DVB-H (H = handheld) yang diperuntukkan bagi pelanggan bergerak dengan pesawat penerima bertenaga baterai seperti PDA atau handphone. Penggunaan tenaga baterai secara hemat untuk penerimaan sinyal Tv dalam waktu yang lama dimungkinkan oleh pengiriman sinyal secara tak kontinu. Sinyal Tv digital dibagi-bagi ke dalam sejumlah blok yang masing-masing dikirimkan berurutan namun dipisahkan oleh interval waktu kosong sedemikian sehingga terminal penerima dapat menjadi non-aktif selama waktu jeda ini. nUntuk siaran terrestrial, standar yang dirilis paling akhir adalah DMB-T yang dikembangkan oleh Tsinghua University China yang merupakan modifikasi dari DVB-T. Seperti halnya DVB-T, DMB-T menerapkan dua lapis pengodean dan dua lapisan interleaving untuk mendapatkan ketahanan terhadap derau, interferensi, dan perubahan kondisi lintasan radio terhadap waktu.

Dampak Tv Digital
Perubahan demi perubahan yang terjadi pada televisi membuat pengoperasian Tv digital semakin sempurna. Hal ini juga membawa dampak yang cukup besar dalam kehidupan masyarakat. Salah satu dampak buruknya ialah masyarakat, jika dilihat dari gaya hidupnya seseorang cenderung terbawa dengan apa yang ia lihat dari Tv yang dapat merubah sikap perilaku seseorang secara tidak langsung. Seseorang tersebut menganggap/merasa dirinya sama dengan tokoh actor atau gaya hidup yang sok kebarat-baratan. Hal ini dapat dilihat dari cara berpakaian yang digunakan dalam kehidupan sehari hari (Masyarakat menegah keatas). Banyaknya tayangan-tayangan yang tidak bermutu dapat merusak moral dan perilaku yang dapat mengarah pada kehidupannya. Timbal-baliknya Tv dapat berdampak positive bagi masyarakat itu sendiri. Manusia akan buta tentang apa yang sedang terjadi diluar sana.Tv digital merupakan hasil penyempurnaan dari teknologi pada generasi sebelumnya, tentulah banyak kelebihan yang disediakan oleh Tv digital, di antaranya kualitas gambar yang jauh lebih jernih, karena sistem transmisi dan sistem display yang digital. Selain itu, satu kanal Tv bisa berisi beberapa program siaran, misalnya sinetron, olahraga, berita, dan ramalan cuaca. Juga fitur-fitur tambahan di sisi pemirsa sangat mudah disediakan untuk menambah kenyamanan pemirsa. Misalnya, pemirsa hanya suka sinetron, maka Tv bisa diprogram untuk memilih program siaran sinetron secara otomatis. Untuk pemirsa yang bisu-tuli disediakan menu bahasa isyarat dan beragam fitur lain Migrasi analog ke digital adalah masa transisi sebelum tibanya masa fully digital. Proses migrasi yang mulus menuju era Tv digital melibatkan beberapa pihak. Di sisi operator, selain dipasang pemancar digital, operator sebaiknya tetap mengoperasikan siaran Tv analog-nya hingga beberapa waktu (tahun) ke depan untuk melayani pemirsa yang belum memiliki penerima digital. Sementara di sisi industri, produksi penerima Tv analog harus segera dihentikan agar yang beredar di toko adalah yang sudah digital. Adapun untuk pemirsa yang ingin menikmati Tv digital, tapi belum mau membeli Tv baru (digital), harus disediakan konverter digital ke analog yang disebut set-top box (STB) hingga beberapa waktu (tahun) ke depan .Sementara di sisi pemirsa, mereka yang mampu dan sudah masanya mengganti Tv disarankan untuk membeli Tv dengan tuner digital.Yang belum mau mengganti disarankan membeli STB.Yang belum mau keduanya tetap bisa menikmati siaran Tv analog seperti biasa hingga waktu migrasi berakhir, yang dijadwalkan pada tahun 2018. Di sisi pemerintah sebagai regulator, dalam hal ini Departemen Komunikasi dan Informatika, diharapkan menyiapkan semua instrumen regulasi terkait alokasi kanal, aturan layanan, aturan konten, dan sejenisnya. Sementara Departemen Perindustrian diharapkan telah menjadwalkan kapan pabrik harus berhenti dan memproduksi Tv analog dan digital.
Nama:Akbar Dwi Kurniawan
Nim :153070317/G

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar